Alokasi BBM dan LPG Ditambah

Alokasi BBM dan LPG Ditambah
Infografis © Humas Prov Kaltara

TANJUNG SELOR – Pertamina menyiapkan alokasi tambahan Bahan Bakar Minyak (BBM) dan Liquified Petroleum Gas (LPG) untuk mengantisipasi lonjakan kebutuhan bahan bakar di Kalimantan Utara (Kaltara) selama Ramadan dan Idulfitri tahun ini. Demikian disampaikan Gubernur Kaltara Dr H Irianto Lambrie sesuai laporan Kepala Dinas Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Provinsi Kaltara Ferdy Manurun Tanduklangi, Selasa (7/5).

Acuan penambahan alokasi itu, mengacu kepada realisasi penyaluran BBM dan LPG tahun sebelumnya. Dari catatan Dinas ESDM, fluktuasi realisasi penyaluran BBM selama Idulfitri 2018 yakni, premium 105 persen, solar 77 persen, pertalite 88 persen, dan dexlite 399 persen. “Dari hasil rapat koordinasi antara Pertamina dengan Dinas ESDM Kaltara, diketahui bahwa selama Ramadan dan Idulfitri, biasanya penyaluran premium di Kaltara naik sekitar 5 persen. Sementara solar turun 5 persen,” jelas Irianto.

Untuk LPG sendiri, data Pertamina Persero menyebutkan bahwa alokasinya sebanyak 12.080 tabung per hari. Sedangkan untuk Ramadan tahun ini, alokasinya ditambah 4 persen dari alokasi normal. “Di awal Ramadan ini akan disalurkan 13.040 tabung ke Kaltara. Penyalurannya mulai 3 hingga 6 Mei,” ungkap Gubernur.

Sedangkan untuk menjelang dan sesudah Idulfitri tahun ini, kemungkinan pasokan LPG akan ditambah lagi, sekitar 6 hingga 8 persen dari alokasi normal. Alokasi tambahan itu direncanakan direalisasikan pada awal hingga minggu kedua Juni 2019.

Sementara itu, Kepala Dinas ESDM Kaltara Ferdy Manurun Tanduklangi menyatakan, ditambahnya alokasi BBM dan LPG selama Ramadan dan Idulfitri tahun ini diharapkan dapat mengatasi meningkatnya kebutuhan warga Kaltara akan BBM dan LPG. “Seperti biasanya, pada Ramadan dan Idulfitri selalu terjadi pelonjakan permintaan BBM dan LPG. Untuk mencegah kekurangan pasokan, maka sejak awal sudah direncanakan penambahan pasokannya lewat koordinasi Dinas ESDM dan Pertamina,” tutur Ferdy.

Untuk mencegah terjadinya penyimpangan, Dinas ESDM bersama pihak terkait akan melakukan pemantauan dan pengawasan. Sementara untuk penjualan LPG, Ferdy berharap pihak agen dapat pro aktif. “Kami sangat berharap pemerintah daerah juga agen untuk melakukan pemantauan kondisi lapangan. Pemerintah daerah bersama agen dapat melakukan pendampingan dan monitoring di pangkalan,” tutupnya.(humas)