Gubernur Ingatkan Pentingnya Pencatatan dan Pengamanan Aset

Gubernur Ingatkan Pentingnya Pencatatan dan Pengamanan Aset
KESEPAHAMAN : Gubernur Kaltara Dr H Irianto Lambrie saat memberikan arahan pada acara penandatanganan Nota Kesepahaman dan Perjanjian Kerja Sama Pemerintah Daerah se-Provinsi Kalimantan Utara dengan Badan Pertanahan Nasional Provinsi Kalimantan Timur dan Kantor Pertanahan se-Kalimantan Utara Dalam Rangka Pengamanan dan Tertib Administrasi Barang Milik Daerah Provinsi Kalimantan Utara di ballroom Hotel Gran Senyiur, Balikpapan, Selasa (20/8).

BALIKPAPAN – Gubernur Kalimantan Utara (Kaltara) Dr H Irianto Lambrie menekankan kepada seluruh jajaran Pemerintah Provinsi (Pemprov) Kaltara agar tepat dan benar dalam pengelolaan aset daerah. Utamanya, pengelolaan aset tanah pemerintah.

Menurut Irianto, ada 4 hal yang harus dilakukan untuk mencapai hal tersebut. Pertama, dengan melakukan perbaikan administrasi dan pengamanan aset. “Jangan malas melakukan pencatatan, termasuk dalam proses inventarisasinya,” kata Gubernur saat menghadiri penandatanganan Nota Kesepahaman dan Perjanjian Kerja Sama Pemerintah Daerah se-Provinsi Kalimantan Utara dengan Badan Pertanahan Nasional Provinsi Kalimantan Timur dan Kantor Pertanahan se-Kalimantan Utara Dalam Rangka Pengamanan dan Tertib Administrasi Barang Milik Daerah Provinsi Kalimantan Utara di ballroom Hotel Gran Senyiur, Balikpapan, Selasa (20/8).

Kedua, pelaporan dan penyimpanan dokumen perlu dibenahi dan tersusun rapi guna memudahkan proses pencairan data apabila dibutuhkan. Dan, ketiga, pengamanan fisik aset harus diperkuat. “Utamanya tanah, saya kira pengamanannya masih lemah. Harusnya tanah pemerintah atau yang sudah dibebaskan, dipagar, dipasang patok batas dan penanda,” jelas Irianto.

Terakhir, adalah pengamanan secara hukum. “Acara yang kita lakukan hari ini, merupakan salah satu bentuk legitimasi atas aset yang dimiliki. Setelah legitimasi hukumnya jelas, maka aset khususnya tanah dapat segera disertifikasi,” ungkap Gubernur.

Sekaitan dengan penandatanganan nota kesepahaman dan perjanjian kerja sama tersebut, Irianto berharap bukan sekedar seremonial saja. Namun harus mampu membuat para pihak terkait bekerja lebih baik, berintegritas dan memiliki rasa malu. “Yang penting diingat, kegiatan ini adalah salah satu rekomendasi KPK (Komisi Pemberantasan Korupsi) RI,” ulas Irianto.

Hal penting lainnya yang juga patut dipahami pemerintah daerah se-Kaltara, adalah saran dari KPK RI soal pentingnya sinkronisasi data aset tanah. “Sesuai laporan dari Koordinator Supervisi Pencegahan Koordinator Wilayah (Korwil) VII KPK RI, Pak Nana Mulyana capaian renaksi (rencana aksi) pencegahan korupsi kabupaten dan kota di Kaltara mencapai 65 persen. Sementara tingkat provinsi, Pemprov Kaltara sudah 82 persen (masuk zona hijau tua). Hal ini, diharapkan dapat diikuti pemerintah daerah di kaltara. Caranya dengan mengikuti secara benar apa yang disampaikan dan direkomendasikan KPK. Jangan salah memahaminya,” pungkas Gubernur.(humas)