Kaltara Waspada DBD, Ini Ciri dan Langkah Pencegahan yang Harus Peradi Tahu

Kaltara Waspada DBD, Ini Ciri dan Langkah Pencegahan yang Harus Peradi Tahu
Demam Berdarah. Foto: Metropolitan.id

TANJUNG SELOR, Infotjscom - Demam berdarah kembali menjadi kejadian luar biasa (KLB) di Indonesia sesuai Peraturan Menteri Kesehatan Nomor 1501 Tahun 2010 tentang Jenis Penyakit Menular Tertentu yang Dapat Menimbulkan Wabah dan Upaya Penanggulangannya. Meski Kalimantan Utara sebagai provinsi termuda tidak ikut ditetapkan KLB, tetapi pemerintah daerah melalui Dinas Kesehatan Kaltara menetapkan perlakuan KLB sebagai penanganan.

Hal ini disampaikan Kepala Dinas Kesehatan Provinsi Kalimantan Utara (Kaltara) H. Usman saat acara Respons Kaltara Edisi 26 yang digelar Biro Humas Setprov Kaltara Kedai 99 Tanjung Selor, Kamis (7/2) pagi.

Usman mengimbau masyarakat untuk aktif mendukung dan berperan langsung dalam pencegahan wabah Demam Berdarah (DBD) di Bumi Benuanta. Dengan cara melakukan gerakan 3M plus, yaitu menguras, menutup dan mengubur tempat-tempat yang menjadi tempat favorit nyamuk penyebab DBD, Aedes Aegypti dan Aedes Albopictus betina .

Data yang dihimpun Infotjs dari Bidang Pengendalian dan Pemberantasan Penyakit (P2P) Dinas Kesehatan Kaltara menyebutkan bahwa per 6 Februari terdapat 54 jiwa dicurigai DBD, 157 jiwa positif DBD, dan 3 jiwa dinyatakan meninggal dunia selama 2019. Sementara sepanjang tahun 2018 sendiri terdapat 5 jiwa meninggal dunia dan sebanyak 375 jiwa positif menderita penyakit Demam Berdarah.

Saat ini dinas kesehatan sudah melakukan beberapa langkah menangani wabah ini, seperti fogging atau pengasapan di radius 200 meter sekitar rumah korban DBD juga melakukan abatesasi, yaitu membagikan bubuk abate kepada masyarakat. Berikut ini Infotjs merangkumkan tentang Demam Berdarah (DBD) dan langkah pencegahannya yang wajib peradi ketahui.

Mengapa genangan air bersih dan tenang perlu peradi waspadai?                                                                                      

Di kalangan masyarakat telah terjadi kesalahpahaman mengenai kondisi air yang disukai nyamuk Aedes Aegypti.  Nyamuk ini justru malah lebih menyukai air yang bersih dan tenang, terlebih untuk meletakkan telur-telurnya.

Setelah menemukan tempat yang cocok untuk tempat bertelur, dalam waktu 1-2 hari telur akan menetas menjadi larva. Dalam waktu 5 hari larva tersebut akan menjadi pupa, dan diperlukan waktu sekitar 2 hari lagi atau total 9-12 hari untuk nyamuk menjadi dewasa dan berkembang biak.

Mengerikannya pada musim kemarau, telur-telur nyamuk ini mampu bertahan pada musim kering selama beberapa bulan dengan cara melekat pada dinding wadah penampungan air. Hingga sampai musim penghujan telur-telur nyamuk akan kembali digenangi air dan menetas kembali menjadi larva. Itu sebabnya penyakit DBD mewabah pada saat musim penghujan.

“Telur-telur nyamuk ini mampu bertahan sampai enam bulan lebih, jadi dinding bak kamar mandi harus rajin disikat. Satu nyamuk bisa bertelur hingga ratusan,” jelas Usman.

 

Penyebab Demam Berdarah

Penyakit akut ini disebabkan virus dengue yang dibawa oleh nyamuk Aedes Aegypti dan kemudian berproses di dalam tubuh manusia selama 3-15 hari. Setelah itu menyebabkan sakit mirip flue, demam tinggi, kehilangan nafsu makan, sakit kepala dan ruam.

Gejala Demam Berdarah yang wajib peradi tahu!

Secara umum gejala yang nampak akibat infeksi virus dengue biasanya muncul setelah masa inkubasi (masa ketika virus berkembang hingga menimbulkan gejala) yaitu sekitar 3-8 hari. Jika daya tahan tubuh tidak mampu melawan virus, maka gejala yang muncul adalah sebagai berikut :

  • Demam yang terjadi selama terus-menerus hingga suhu tubuh mencapai 40° C atau bahkan lebih. Tinggi suhu tubuh inilah yang membuat penderita juga mengalami sakit kepala yang hebat.
  • Demam tidak dapat disembuhkan dengan obat penurun panas.
  • Nyeri sendi atau nyeri otot yang ditandai dengan pegal-pegal seperti rematik.
  • Nyeri kepala dan pusing
  • Nyeri atau rasa panas di belakang bola mata
  • Mual, muntah, dan nafsu makan minum berkurang
  • Wajah kemerahan
  • Adanya konstipasi (sulit buang air besar) atau kadang terjadi diare
  • Bintiik-bintik merah di lipatan tangan.

 

Tiga fase yang dialami tubuh terhadap Demam Berdarah

  • Fase demam yang terus menerus. Pada fase ini penderita mengalami demam yang tinggi selama 3 hari dan berlanjut 2 hari bahkan lebih.
  • Fase dimana tidak ada lagi demam. Kondisi ini yang harus benar-benar diwaspadai karena kebanyakan orang terkecoh dengan turunnya demam pada tubuh penderita. Padahal, kondisi ini adalah yang kritis pada tubuh penderita dan bisa menyebabkan kematian jika tidak cepat ditangani.
  • Fase penyembuhan. Selanjutnya adalah fase penyembuhan dimana kondisi penderita berangsur membaik.

Reaksi tubuh terhadap demm berdarah sangat berbeda-beda tergantung kondisi tubuh dan usia penderita.

 

Derajat Demam Berdarah

  • Derajat I. Ditandai dengan pendarahan yang nampak dan bintik-bintik yang positif.
  • Derajat II. Tubuh mengalami mimisan dan bintik merah.
  • Derajat III. Mengalami mimisan dan bintik merah disertai dengan tubuh melemah, kesadaran menurun, tangan dan kaki dingin.
  • Derajat IV. Pada derajat ini kesadaran sangat menurun hingga mengalami koma, tangan dan kaki seperti pucat. Pada tahap ini jika tidak ditangani dengan cepat penderita dapat mengalami kematian.

 

Tips dan Trik bebas Demam Berdarah

  1. Memperbanyak asupan nutrisi pada tubuh sangat berguna memerangi virus dengue yang dibawa nyamuk Aedes Aegypti. Beberapa vitamin yang dapat menjauhkan diri dari serangan virus dengue adalah Vitamin B yang dapat menyebabkan kulit kita mengeluarkan aroma yang tidak disukai nyamuk. Vitamin B dapat ditemukan di versa atau gandum. Selanjutnya ada vitamin C dan vitamin E yang dapat membantu menyembuhkan luka bekas gigitan nyamuk serta membantu tubuh melawan virus. Dua vitamin ini banyak terkandung pada buah-buahan dan sayuran.
  2. Membuat rumah bebas nyamuk dengan memberi pencahayaan  terang, hilangkan genangan-genangan air bersih dan tutup tempat-tempat penampungan air.
  3. Hilangkan kebiasaan menggantung pakaian dalam jangka waktu panjang, selain menimbulkan kesan kumuh, nyamuk juga senang hinggap pada pakaian yang digantung.
  4. Pasang tirai nyamuk pada pintu, ventilasi atau bahkan tempat tidur.
  5. Memotong atau memangkas tanaman yang terlalu rimbun
  6. Menggunakan lotion atau obat anti nyamuk
  7. Menanam tumbuhan yang tidak disukai nyamuk, seperti Lavender, Geranium, Serai Wangi, Kecombrang, dan  Akar Wangi.