Kompetensi SDM Puskesmas Terus Ditingkatkan

Kompetensi SDM Puskesmas Terus Ditingkatkan
PELATIHAN : Kepala Dinkes Kaltara Usman berfoto bersama peserta pelatihan keluarga sehat (angkatan II) tahun 2019, Senin (17/6).

TANJUNG SELOR – Pusat Kesehatan Masyarakat (Puskesmas) mempunyai tugas untuk melaksanakan kewajiban kesehatan dalam mencapai tujuan pembangunan kesehatan di wilayah kerjanya. Untuk itu, diperlukan peningkatan kompetensi sumber daya manusia (SDM) Puskesmas. Salah satunya, melalui pelatihan. Termasuk didalamnya pelatihan manajemen Puskesmas dan pelatihan keluarga sehat guna mendukung Program Indonesia Sehat dengan pendekatan keluarga (PIS-PK). Ini disampaikan Kepala Dinas Kesehatan (Dinkes) Kaltara Usman, saat membuka kegiatan pelatihan keluarga sehat (angkatan II) tahun 2019, di ballroom Hotel Pangeran Khar, Senin (17/6).

Pelatihan ini disertai 25 orang tenaga kesehatan dari 5 Puskesmas di Kaltara. Mereka, terdiri dari tenaga tenaga medis, tenaga keperawatan, tenaga kebidanan, tenaga gizi, dan tenaga kesehatan lingkungan. “Tujuan lain dari pelatihan ini, adalah untuk menunjang terlaksananya PIS-PK di wilayah Puskesmas dengan menjangkau sasaran utamanya melalui keluarga,” kata Usman.

Selain meningkatkan derajat kesehatan masyarakat melalui upaya kesehatan dan pemberdayaan masyarakat yang didukung dengan perlindungan finansial dan pemerataan pelayanan kesehatan sesuai Peraturan Menteri Kesehatan (Permenkes) No. 39/2016, kata Usman, Puskesmas juga dituntut untuk bisa melakukan pendekatan keluarga yang mengintegrasikan upaya kesehatan perorangan (UKP) secara berkesinambungan. “Paradigma pelayanan Puskesmas itu sudah berubah. Puskesmas tidak hanya melakukan pelayanan kesehatan didalam gedung tetapi juga ke luar gedung. Dari itu, pelatihan ini diharapkan mampu menjadikan Puskesmas lokus didaerah, khususnya di Kaltara, dapat mengimplementasikan menajemen pendekatan keluarga. Mulai dari pendataan, indentifikasi, analisis dan maintenance, serta dapat tercapai total coverage sehingga permasalahan yang ada di keluarga dan masyarakat dapat ditindaklanjuti,” beber Usman.

Dalam mencapai keluarga sehat, lanjut Usman, peserta harus memahami apa yang menjadi indikator dalam mencapai keluarga sehat. Diantaranya, indikator gizi kesehatan ibu dan anak, pengendalian penyakit menular dan tidak menular, indikator terkait lingkungan sehat serta kesehatan jiwa. “Selain mendapatkan materi tentang kesehatan keluarga, para peserta juga melakukan praktek lapangan. Praktek kerja lapangan sendiri dilakukan di Puskesmas Tanjung Selor,” tutup Usman.(humas)