Lewat KPA, Pemprov Upayakan Penurunan Prevalensi HIV/AIDS

Lewat KPA, Pemprov Upayakan Penurunan Prevalensi HIV/AIDS
TANGGULANGI AIDS : Kepala Dinkes Kaltara, Usman bersama para pengurus KPA Provinsi Kaltara, Rabu (16/10).

TANJUNG SELOR – Pemerintah daerah menilai pentingnya upaya mewujudkan penanggulangan HIV/AIDS secara komprehensif. Untuk itu, harus dilakukan langkah strategis guna mencegah dan meminimalisir penyebaran penyakit ini. Ini disampaikan kepala Dinas Kesehatan (Dinkes) Provinsi Kalimantan Utara (Kaltara) saat membuka rapat pengurus Komisi Penanggulangan AIDS (KPA) Provinsi Kaltara tahun 2019 di ruang rapat lantai 1 Kantor Gubernur Kaltara, Rabu (16/10).

Guna meminimalisir penyebaran HIV/AIDS di Kaltara, upaya penanggulangan dikedepankan. Caranya, dengan menggencarkan upaya penurunan prevalensi HIV/AIDS, meningkatkan kualitas hidup ODHA, serta menurunkan stigma dan diskriminasi terhadap ODHA. “Dalam waktu dekat langkah-langkah penanggulangan seperti memberikan sosialisasi tentang HIV/ AIDS di kalangan pelajar akan segera dilakukan oleh KPA Kaltara dengan OPD terkait,” kata Usman.

Dijelaskan Usman, HIV bukan lagi penyakit mematikan, namun penyakit kronis yang bisa dikelola, karena HIV sudah ada obatnya, meskipun terapi antiretroviral (ARV) tersebut harus dikonsumsi terus-menerus agar mampu menekan perkembangan virus HIV. “Stigma dan diskriminasi terhadap ODHA masih melekat di masyarakat. Sebagian orang percaya bahwa HIV/AIDS bisa menular hanya dengan bersentuhan langsung dengan pengidapnya. Padahal anggapan tersebut salah dan perlu segera dibenarkan,” ungkapnya.

Guna diketahui, di Kaltara sendiri secara kumulatif jumlah pengidap HIV/AIDS semakin bertambah dari 2015 hingga 2018. Pada 2015, tercatat sebanyak 422 orang mengidap HIV/AIDS, yang mana 142 orang merupakan penderita baru. Lalu pada 2016 meningkat menjadi 585 orang, dimana 163 orang merupakan penderita baru. Selanjutnya, pada 2017 berjumlah 758 orang, dimana 173 orang merupakan penderita baru. Dan, di 2018 berjumlah 923 orang dan 165 orang diantaranya merupakan penderita baru.(humas)