Masyarat Kaltara “Nyatakan” Tolak Paham Radikal Jelang Pelantikan, Pastikan Kaltara Aman dan Damai

Masyarat Kaltara “Nyatakan” Tolak Paham Radikal Jelang Pelantikan, Pastikan Kaltara Aman dan Damai

INFOTJS.COM, TANJUNG SELOR - Masyarakat Bulungan secara tegas menolak segal bentuk aktivitas yang dapat memevah persatuan bangsa. Penolakan itu ditandai dengan ratusan masyarakat Bulungan mengikuti parade kebangsaan dan deklarasi menolak demo anarkis, terorisme dan paham radikalisme yang diprakarsai kepolisian daerah (Polda) Kaltara, Kamis (17/10). Selain mengikuti parade, penolakan yang dibacakan langsung oleh Wabup Bulungan, Ingkong Ala beserta beberapa tokoh masyarakat dan tokoh adat di Bulungan juga mendukung kelancaran pelantikan Capres dan Cawapres terpilih pada Minggu (20/10) mendatang.
Kapolda Kaltara, Brigjen Pol Indrajit menegaskan, jika ada yang mencoba melakukan kerusakan atau menimbulkan kerusuhan di Bumi Benuanta - sebutan lain Kaltara, tentu akan berhadapan dengan pihak kepolisian. Dalam hal itu, yang bersangkutan tentu akan diberikan tindakan tegas sesuai dengan hukum yang berlaku. Kapolda juga menyebutkan, jika rasa nasionalisme Bulungan dan Kaltara pada umumnya tak perlu diragukan lagi. masyarakat
“Masyarakat Bulungan ini, bukan kaleng-kaleng. Saya bangga menjadi Kapolda, dengan melihat antusiasme masyarakat yang menolak segala bentuk kerusuhan,” kata Kapolda dalam sabutannya, Kamis (17/10).
Kapolda juga mengajak, seluruh elemen masyarakat untuk tidam mudah denga berita-berita hoax yang nantinya dapat menjaga kondusifitas daerah. Masyarakat diminta untuk lebih cerdas lagi dalam menerima informasi-informasi di media sosial. Kapolda menyarankan, jika menerima informasi yang tidak tentu kebenarannya, agar menanyakan langsung ke pihak-pihak yang lebih incredibel. Lanjut Kapolda, ia juga mempercayai jika tak ada agama yang mendukung adanya kerusuhan terjadi. 
“Saya yakin, tidka ada agama yang mendukung adanya provokasi. Tidak ada penyebaran radikal. Tapi semua agama mengajarkan kita tentang kasih sayang. Tidak ada unsur paksaan apalagi mendukung sampai melakukan bunuh diri. Saya sudah tanyakan ke beberapa ustadz, jika bunuh diri itu haram hukumnya. Makanya saya minta, kita semua jaga daerah kita agar tetap aman dan damai,” ujarnya.
Dalam kesempatan itu juga, Gubernur Kaltara, Irianto Lambrie mengatakan, jika masyarakat Kaltara harus mendukung terciptanya keadaan yang aman dan damai jelang pelantikan Capres dan Cawapres terpilih. Menurut orang Gubernur, pelantikan itu seharusnya dijadikan pedoman untuk menyongsong negara Indonesia lebih kedepannya. Begitupun dengan Kaltara, yang merupakan provinsi perbatasan, harus menjadi beranda terdepan NKRI yang penuh dengan kedamaian. 
“Parade kebangsaan yang kita lakukan ini adalah bentuk nyata sikap kita sebagai antisipasi kita terhadap keadaan saat ini. Penting bagi kita semua berdo’a, agar negara, kita daerah kita dan seluruh masyarakatnya agar dapat hidup tenteram dan damai. Kita juga harus menjaga suasana agar pelsantikan ini brjalan damai dan aman untuk menyambut Indonesia yang lebih baik lagi,” pungkas Irianto.