Pemprov Kaltara Hadirkan Barang Murah di Perbatasan

Pemprov Kaltara Hadirkan Barang Murah di Perbatasan
SUBSIDI : Persiapan penerbangan SOA Barang 2019 yang didanai APBD Provinsi Kaltara untuk wilayah Nunukan.

TANJUNG SELOR – Pemerintah Provinsi (Pemprov) Kalimantan Utara (Kaltara), melalui Organisasi Pengkat Daerah (OPD) terkaitnya, dalam hal ini Dinas Perindustrian Perdagangan Koperasi dan Usaha Mikro Kecil dan Menengah Dinas (Disperindagkop dan UMKM) kembali meluncurkan program Subsidi Ongkos Angkut (SOA) Barang. Tahun ini dianggarkan melalui APBD dialokasikan sebesar Rp 9 miliar untuk program yang bertujuan untuk menekan tingginya harga di wilayah perbatasan negara.

Sesuai namanya SOA Barang, Pemprov melalui Disperindagkop Kaltara mensubsidi tarif angkutan barang ke wilayah-wilayah sasaran. Tujuannya agar harga barang yang dibeli di kota, akan sama ketika sampai di wilayah sasaran.

Gubernur Kaltara Dr H Irianto Lambrie mengatakan, pemberian subsidi angkutan barang ini diberikan dengan pertimbangan, tingginya ongkos angkut ke wilayah perbatasan yang sangat tinggi. Sehingga menyebabkan harga barang di wilayah tersebut menjadi tinggi.  “Kita melakukan terobosan dengan mensubsidi cost angkutannya agar harga barang tidak berubah, ketika sampai di perbatasan,” kata Gubernur. Pemberian SOA barang ini sendiri sudah dilakukan sejak beberapa tahun ini.

Saat ini, kata Gubernur, sesuai laporan dari Disperindagkop, dari sejumlah rute yang mendapatkan subsidi, tiga rute wilayah sasaran SOA Barang sudah mulai berjalan. Yaitu untuk yang menggunakan transportasi air menggunakan kapal, rute Nunukan-Seimanggaris senilai Rp 1,5 miliar dan Mensalong-Lumbis Ogong senilai Rp 3,2 miliar.

“Masih di Nunukan, ada rute dari Tarakan dengan daerah sasaran adalah Krayan. Ini menggunakan transportasi udara. Karena memang belum ada akses darat yang tembus ke sana. Sehingga opsinya adalah melalui jalur udara. Untuk jalur udara ini, kami siapkan anggaran sebesar Rp 2,5 miliar,” sebutnya.

Selain tiga saran wilayah di Kabupaten Nunukan tersebut, terdapat dua rute sasaran di Kabupaten Malinau. Mencakup Kecamatan Pujungan dan Kecamatan Bahau Hulu yang melalui jalur sungai dari Tanjung Selor, Kabupaten Bulungan menggunakan perahu berukuran panjang. Dua rute tersebut sementara dalam proses lelang.

“Yang dua rute masing lelang. Ini yang kedua kalinya. Karena lelang yang pertama batal. InsyaAllah kita berharap secepatnya akan berjalan juga. Kita memilih jalur dari Tanjung Selor karena jaraknya melewati sungai lebih dekat dibandingkan dari Malinau Kota. Kita ingin pelaksanaan yang efektif dan efisien. Tentunya itu pun ada resiko karena melewati sungai,” ujarnya.

Disebutkan, jenis barang yang diangkut mencakup bahan-bahan pokok, perlengkapan sekolah murid dan siswa di perbatasan, termasuk alat-alat keperluan dapur masyarakat. Selain bertujuan menyediakan harga barang yang murah di perbatasan, program subsidi ini juga diharapkan mengurangi ketergantungan masyarakat perbatasan dari produk-produk Malaysia.

“Barang yang dibeli dari kota oleh masyarakat, kemudian dikumpulkan pada penyalur-penyalur yang kami tunjuk. Itu juga sebagai upaya antisipasi agar harga tidak naik. Artinya harga di perbatasan akan sama dengan harga di agen di kota,” kata Gubernur yang didampingi Kepala Disperindagkop dan UMKM Kaltara, Hartono.

Untuk diketahui, di tahun 2016 Disperindagkop menggelontorkan anggaran SOA Barang sebesar Rp 8,6 miliar. Tahun 2017 meningkat menjadi Rp 9 miliar, dan berlanjut pada tahun 2018 dan tahun 2019 masing-masing Rp 9 miliar. (humas)