Sumbangsih Kaltara Bagi Ekspor Nasional 0,74 Persen

Sumbangsih Kaltara Bagi Ekspor Nasional 0,74 Persen
PERDAGANGAN: Pelabuhan Malundung Tarakan merupakan salah satu pintu gerbang kegiatan ekspor-impor di Kaltara. (Foto © Humas Prov Kaltara)

TANJUNG SELOR, Infotjscom – Pada Januari 2019, berdasarkan rilis perkembangan eskpor dan impor Indonesia dari Badan Pusat Statistik (BPS), sumbangan Kaltara terhadap ekspor nasional mencapai 0,74 persen atau senilai USD 102,1 juta.

 

Adapun nilai ekspor Indonesia sendiri mencapai USD 13,87 miliar. Nilai ini turun 3,24 persen dibandingkan ekspor Desember 2018 yang mencapai USD 14.333,2 juta. Begitu pula dibandingkan Januari 2018 sebesar 4,70 persen.

 

Melihat fakta itu, Gubernur Kaltara Dr H Irianto Lambrie mengaku optimistis peran provinsi termuda di Indonesia ini akan terus meningkat dari tahun ke tahun. “Kaltara sampai saat ini masih mengandalkan ekspor non migas (minyak dan gas bumi). Utamanya batu bara dan kelapa sawit, juga sektor perikanan, khususnya ekspor udang beku,” kata Gubernur, Senin (18/2).

 

Sumbangsih ekspor Kaltara bulan lalu itu, masih jauh lebih baik dibandingkan sejumlah provinsi yang sudah lama berdiri. Seperti Jogjakarta yang mencapai 0,26 persen, Nusa Tenggara Timur (NTT) 0,03 persen, Bali 0,36 persen, Sulawesi Utara 0,47 persen, dan Aceh 0,15 persen.

 

“Pemerintah Provinsi Kaltara saat ini memiliki keinginan untuk mengubah paradigma struktur perekonomian Kaltara. Dari sektor pertambangan ke sektor industri pengolahan dan turunannya, serta sektor lainnya. Ini akan mampu meningkatkan pertumbuhan ekonomi, yang juga melecut sumbangsih Kaltara terhadap ekspor nasional,” urai Irianto.

 

Komoditas ekspor utama nasional, juga Kaltara adalah non migas. Dari catatan BPS, ekspor non migas Januari 2019 mencapai USD 12,63 miliar, naik tipis

0,38 persen dibanding Desember 2018. Sementara itu. dibanding

ekspor non migas Januari 2018, turun 4,50 persen. Secara nasional, ekspor non migas Januari 2019 terbesar adalah ke Tiongkok yaitu USD 1,71 miliar, disusul Amerika Serikat USD 1,51 miliar dan Jepang USD 1,20 miliar, dengan kontribusi ketiganya mencapai 34,96 persen. Sementara, ekspor ke Uni Eropa (28 negara) sebesar US$1,38 miliar. (humas)