Tahun 2017 Ada 1.431 Balita di Kaltara Menderita Pneumonia, Moms Yuk Waspada

Tahun 2017 Ada 1.431 Balita di Kaltara Menderita Pneumonia, Moms Yuk Waspada
(Foto © factdr.com)

Moms apa sih itu Pneumonia? Pneumonia merupakan salah satu bentuk infeksi saluran nafas bawah akut yang mudah menyerang pada usia anak dan balita. Penyakit ini dapat disebabkan oleh bakteri, virus maupun jamur yang menyebabkan peradangan pada bagian paru-paru. Kuman penyebab penyakit ini dapat diperoleh dari kondisi udara yang tidak sehat seperti banyak debu dan sampah serta tertular oleh penderita lain melalui percikan kuman saat berbicara maupun mencium balita tersebut.

Pravalensi tingat fatalitas kasus pneumonia pada balita di provinsi Kalimantan Utara tahun 2017 menurut Ditjen P2P, Kemenkes RI tahun 2018 menunjukan penderita penumonia dengan kelompok umur usia  1 – 4 tahun berjumlah 1.431 jiwa,  jumlah pneumonia berat sebanyak 849 jiwa dan kasus kematian balita akibat penyakit ini sebanyak 4 jiwa.

Pada balita, biasa ditemukan gejala antara lain seperti demam yang dapat mencapai 40°C, batuk dengan dahak kental dan nafas cepat, flu dengan ingus kental, sesak nafas hingga tubuh membiru karena kekurangan oksigen di dalam tubuh, mual, muntah pusing dan nyeri otot perut dan dada.

Infeksi ini  diawali dengan mengganggu system pernafasan atas (hidung dan tenggorokan), kemudian berpindah menuju paru-paru, saat paru-paru terinfeksi, terjadi reaksi peradangan dengan meningkatnya produksi lendir atau dahak di dalam paru sebagai bentuk pertahanan tubuh. Lendir ini lah yang menyebabkan balita kesulitan bernafas dan mengalami batuk pilek.

Mengingat pneumonia merupakan penyakit berisiko tinggi yang tanda awalnya sangat mirip dengan flu, para oang tua tetap wajib waspada dengan memperhatikan beberapa diantaranya :

  • Menghindari balita dari paparan asap rokok, polusi udara dan tempat keramaian yang berpotensi menularkan kuman
  • Menghindari kontak langsung balita dengan penderita ISPA
  • Membiasakan diri untuk memberi balita ASI ekslusif. Pada ASI mengandung tinggi nutrisi yang dapat mendukung pembentukan sistem kekebalan tubuh balita untuk melawan kuman
  • Memberikan imunisasi DPT (vaksinasi untuk mencegah penyakit difteri, tetanus, dan pertusis (batuk rejan)
  • Segera berobat jika mendapati anak mengalami tanda dan gejala seperti di atas terlebih jika disertai suara serak, sesak nafas hingga terjadi  tarikan otot dada dan kebiruan pada tubuh balita
  • Periksa kembali jika dalam 2-3 hari belum menampakan perbaikan, dan segera ke rumah sakit jika kondisi anak memburuk.