Triwulan I 2019, Ekonomi Kaltara Tumbuh 7,13 Persen

Triwulan I 2019, Ekonomi Kaltara Tumbuh 7,13 Persen
PERTAMBANGAN : Gubernur Kaltara Dr H Irianto Lambrie saat mengunjungi lokasi tambang milik salah satu perusahaan pertambangan yang beroperasi di Kaltara, belum lama ini.

TANJUNG SELOR – Mengawali 2019, ekonomi di Kalimantan Utara (Kaltara) menunjukkan tren yang positif. Data di Badan Pusat Statistik (BPS) Kaltara, pada triwulan I-2019 (y-on-y) perekonomian Kaltara tumbuh 7,13 persen. Pertumbuhan tersebut didukung semua lapangan usaha.

Sesuai data yang dirilis BPS Kaltara, pertumbuhan terbesar dicapai oleh jasa lainnya sebesar  9,99  persen. Diikuti administrasi pemerintahan, pertahanan dan jaminan sosial wajib sebesar  9,82  persen; jasa pendidikan sebesar  9,79  persen; dan jasa kesehatan dan kegiatan sosial sebesar 9,56 persen.

Gubernur Kaltara Dr H Irianto Lambrie mengungkapkan, masih sesuai data yang disampaikan BPS, perekonomian Kaltara berdasarkan Produk Domestik Regional Bruto (PDRB) atas dasar harga berlaku triwulan I-2019 mencapai Rp 23,16 triliun dan atas dasar harga konstan 2010 mencapai

Rp 15,07 triliun. Sementara ekonomi Kaltara triwulan I-2019 terhadap triwulan I-2018 tumbuh 7,13 persen (y-on-y) meningkat dibanding capaian triwulan I-2018 sebesar 5,76 persen.

Dari sisi produksi, lanjutnya, pertumbuhan tertinggi dicapai oleh lapangan usaha jasa lainnya sebesar 9,99 persen. Begitu pun di sisi pengeluaran dicapai oleh komponen ekspor barang dan jasa yang tumbuh 10,35 persen.

Lebih jauh disebutkan, bila dilihat dari penciptaan sumber pertumbuhan ekonomi Kaltara triwulan I -2019 (y-on-y), lapangan usaha pertambangan dan penggalian memiliki sumber pertumbuhan tertinggi sebesar 2,17 persen, diikuti perdagangan besar dan eceran; reparasi mobil dan sepeda motor sebesar 1,04 persen; dan pertanian, kehutanan dan perikanan sebesar 0,98 persen. Namun, dari strukturnya, ekonomi Kaltara menurut lapangan usaha triwulan I-2019 masih didominasi oleh empat lapangan usaha utama yaitu: pertambangan dan penggalian (27,84 persen); pertanian, kehutanan dan perikanan (16,88 persen); konstruksi (12,65 persen), serta perdagangan besar dan eceran; reparasi mobil dan sepeda motor (10,89 persen). “Peranan keempat lapangan usaha tersebut mencapai 68,25 persen terhadap total PDRB (Produk Domestik Regional Bruto) Kaltara,” ucap Gubernur.

Sejurus dengan itu, jumlah penduduk yang bekerja di Kaltara pun bertambah. Menurut catatan BPS Kaltara, pada Februari 2019 penduduk yang bekerja di Kaltara mencapai 335.601 orang. Ini bertambah sebanyak 4.250 orang dibanding keadaan Februari 2018 (331.551 orang). Sementara itu, jumlah angkatan kerja pada Februari 2019 mencapai 356.282 orang. Atau bertambah 8.659 orang dibanding Februari 2018 yang sebanyak 347.623 orang. “Pada Februari 2019, penduduk Kaltara umumnya bekerja pada lapangan usaha pertanian (32,31 persen), perdagangan (14,63 persen), dan administrasi pemerintah (10,54 persen),” urai Irianto.

Tingginya minat angkatan kerja dari luar Kaltara mencari penghidupan di provinsi baru ini, nyatanya memicu kenaikan Tingkat Pengangguran Terbuka (TPT) pada Februari 2019. BPS mencatat, pada Februari 2019 TPT mencapai 5,80 persen atau sebanyak 20.681 orang. Ini artinya mengalami kenaikan 4,68 persen dibandingkan Februari 2018 (16.272 orang).(humas)